Fungsi dari Part II yang lain hampir sama seperti Part I, yakni:
Sebagai adjektiva attributif. Di sini punya 2 arti yaitu satu aktip: der angekommene Zug (kereta api yang sudah tiba) dan satu pasip: das geöffnete Fenster (jendela, yang sudah dibuka/sudah terbuka).
Sebagai kata benda, dimana adjektiva attributif ditambah akhiran. Misal: der Verletzte – orang yang luka, ein Verletzter - seorang yang terluka
Sebagai tambahan.
Contoh:
Der Fußballspieler wurde verletzt vom Platz getragen.
(Pemain sepak bola yang luka ditandu keluar halaman)
Waktu lampau “sedang” (das Präteritum)
Verba-verba lemah yaitu jika verba-verba dalam pembentukan waktu lampaunya harus ditambahkan akhiran te, test dan sebagainya seperti disebutkan di atas di ujung akar verba sesuai jenis pelaku . Contoh: spielen – bermain; reden – berbicara; antworten – menjawab; öffnen – membuka dan passen – cocok, tepat.
Ich spielte redete antwortete öffnete paßte
du spieltest redetest antwortetest öffnetest paßtest
er spielte redete antwortete öffnete paßte
wir spielten redeten antworteten öffneten paßten
ihr spieltet redetet antwortetet öffnetet paßtet
sie spielten redeten antworteten öffneten paßten
Sie spielten redeten antworteten öffneten paßten
Waktu kini “sedang” (das Präsens)
Waktu kini “sedang” yaitu bila suatu tindakan atau pekerjaan masih sedang dilakukan. Dalam bahasa Jerman, bentuk demikian dikenal dengan istilah Präsens. Bentuk ini ekuivalen dengan bentuk waktu di dalam bahasa Inggris, The Present Tense, The Simple Present atau The Present Continuous Tense. Untuk memberi gambaran bagaimana bentuk ini diterapkan dalam kalimat, kita ambil 3 (tiga) verba seperti machen (membuat atau melakukan), pflücken (memetik) dan suchen (mencari). Konyugasi dari verba-verba ini dapat dilihat dalam tabel berikut.
Dari tabel ini tampak konyugasi dari ke tiga verba. Akar (der Stamm) dari kata kerja machen yaitu mach, pflücken yakni pflück dan suchen ialah such. Sedangkan en atau n dinamakan akhiran (der Endung). Dalam contoh-contoh ini, huruf-huruf yang ditulis dengan huruf miring merupakan akhiran.
Penjelasan:
ich = saya, aku wir = kami, kita
du = kamu, kau ihr = kamua semua, kalian
er = dia (lk.) sie = mereka, dia (pr.)/jamak
sie = mereka, dia (pr.)/tunggal Sie = Anda
es = itu
Selanjutnya agar dipahami bahwa jika akar verba “sudah” berakhir dengan sebuah huruf d atau t, sementara untuk pelaku du, er, sie, atau es harus kita tambahkan st atau t, maka untuk menjaga jangan sampai terjadi duplikasi t atau berakhir dengan dt pada pelaku-pelaku tersebut, terhadap verba-verba seperti ini kita harus menambahkan sebuah huruf e ekstra di belakang akar verbanya.
Contoh : Vati schneidet das Gras. - Ayah memotong rumput.
Hapalkan verba-verba berikut ini bersama artinya!
rechnen – berhitung trinken – minum
trocknen – mengeringkan zeichnen – menggambar, menandatangani
begegnen – berjumpa dengan leugen – berdusta
rufen – memanggil erwarten – berharap
gehen – pergi kommen – datang
regnen – hujan atmen – bernapas
leugnen – menyangkal
Waktu kini “sudah” (das Perfekt)
Demikian pula dalam bahasa Jerman, kita dapat membuat bentuk ke III dari infinitiv. Misalnya untuk kata bermain (to play) ini, dalam bahasa Jerman ialah spielen. Bentuk ke III: dari verba ini yaitu gespielt, yang disebut sebagai Partizip II. Dari contoh tersebut diketahui bahwa Partizip II dalam bahasa Jerman dimulai dengan ge dan diakhiri dengan t, terkecuali verba-verba kuat yang lazimnya tidak beraturan.
Contoh lain:
Tunggal : Ich habe geliebt - Saya sudah mencintai
Jamak: Wir haben geliebt - Kami sudah mencintai
Waktu lampau “sudah” (das Plusquamperfekt)
Selain bentuk waktu kini sudah selesai dikerjakan seperti diuraikan sebelumnya, bahasa Jerman seperti bahasa lain mengenal pula bentuk waktu lampau sudah selesai dilakukan. Bentuk seperti ini dalam bahasa Jerman dikenal dengan nama das Plusquamperfekt (Bentuk Selesai - lampau). Jika dibandingkan dengan bahasa Inggris, bentuk ini ekuivalen dengan bentuk The Past Perfect Tense atau The Pluperfect. Jadi dalam bentuk ini, kata kerja bantu yang digunakan adalah sama dan tetap yakni haben (mempunyai) dan sein (ada, adalah). Jika digunakan sebagai verba bantu, makna dari ke dua verba ini adalah “sudah” atau “telah”.






0 Kommentare:
Kommentar veröffentlichen