Montag, 7. Januar 2013

Migrasi dan Integrasi di Jerman


Migrasi dan Integrasi

Jerman adalah negara yang paling padat penduduknya di Uni Eropa. Sekitar 82 juta warga tinggal di wilayah Jerman, seperenam di antaranya di Jerman bagian timur, yaitu di wilayah bekas RDJ. Terutama di kawasan utara dan timur Jerman terdapat daerah yang dihuni minoritas nasional Denmark dan Frisia, orang Sinti dan Roma (gipsi Jerman), serta suku bangsa Sorbia. Mereka masing-masing memiliki budaya, bahasa, sejarah dan identitas sendiri.

Sejak terjadinya boom di era pascaperang pada tahun 1950-an, perekonomian Jerman memerlukan pekerja migran. Sebagian besar pendatang yang dinamakan “pekerja tamu” pada waktu itu telah kembali ke negara-negara asal mereka di Eropa Selatan atau Tenggara, namun tidak sedikit yang menetap di Jerman. Banyak di antara migran Turki yang datang kemudian menetap pula. Lambat laun Jerman berubah dari negara penerima pekerja tamu menjadi negara dengan arus imigrasi terkendali. Kelompok imigran kedua yang besar adalah para transmigran keturunan Jerman yang telah bermukim sejak beberapa generasi di negara-negara bekas Uni Sovyet, di Rumania dan di Polandia. Mereka kembali ke Jerman, dan arusnya bertambah kuat setelah runtuhnya sistem komunis di negara-negara itu.

0 Kommentare:

Kommentar veröffentlichen