Sonntag, 6. Januar 2013

Tradisi Pernikahan Jerman

Tradisi Pernikahan Jerman          




alt
Bangsa Jerman adalah sebuah bangsa yang mau bekerja keras, berpikir realistis, memandang penting hal praktis dan bangsa yang tidak suka membual, kelebihan-kelebihan tersebut juga terefleksikan dengan gamblang dari adat istiadat pernikahan mereka.

Jejaka meminang sang kekasih—menggotong sebatang pohon White Oak

Dalam memilih pasangannya orang Jerman memiliki cara unik. Sebagai contoh di daerah Bonn, apabila jejaka menaruh hati pada seorang gadis, maka pada tanggal 30 April atau 1 Mei meletakkan sebatang pohon White Oak  di depan rumah si gadis. Jikalau sang gadis merasa tertarik dengan pemuda itu, dia akan meletakkannya di dalam ruang tamu rumahnya.
Si pemuda setelah mengetahuinya, dengan segera menghadiahi sebuah cincin permata, sang gadis menerima cincin tersebut dan mencium mesra si jejaka, untuk menyatakan rasa terima kasihnya dan menerima cintanya.
Ketika kedua belah pihak merasa cocok satu sama lain dan merasa tak dapat dipisahkan satu sama lain, maka mereka saling menghadiahi sebuah cincin perak sebagai pertanda pertunangan. Sewaktu melangsungkan pesta pernikahan, kedua pihak saling memberi cincin emas, menandakan cinta kasih mereka murni bagai emas untuk selamanya. 
Di arah barat laut kota Berlin terdapat sebuah kota kecil bernama Hirschberg, karena seluruh penduduk menggandrungi kompetisi catur, mendapat julukan sebagai “Kota Catur”. Di tempat tersebut, bagi yang pandai dalam bermain catur, sangat dihormati orang. Para pemuda jika mau mendapatkan rasa cinta dari seorang gadis, mereka berupaya dengan tekun mempelajari seni catur dengan harapan akan memperoleh perhatian dari sang gadis.
Jika seorang jejaka hendak menyatakan cinta kepada seseorang, maka dikirimnya surat kepada gadis tersebut, berharap bisa diberi peluang bertanding catur dengan ayah si gadis. Jikalau sang gadis bereaksi positif terhadap si pemuda, disepakatilah waktu bagi si pemuda untuk bertandang ke rumahnya.
Pada saat si jejaka bertanding dengan calon mertua, si gadis dengan seluruh keluarganya pada menyaksikan dari samping.  Si jejaka mengeluarkan seluruh jurus keterampilannya dan calon mertua menghadapinya dengan serius. Setelah melalui beberapa petarungan, akhirnya si jejaka yang menang, si calon mertua selain tidak marah, malah mengucapkan selamat. Maka sang jejaka akan menerima pelayanan istimewa dari seluruh anggota keluarga, urusan percintaan pun dengan demikian juga berhasil dengan sukses.

0 Kommentare:

Kommentar veröffentlichen