Mittwoch, 2. Januar 2013

Pemerintahan dan pembagian administrasi di Jerman

Pemerintahan dan pembagian administrasi

Jerman adalah negara demokrasi parlementer. Pemerintahan sehari-hari dipegang oleh seorang kanselir, yang berperan seperti perdana menteri di negara lain dengan bentuk pemerintahan serupa. Selain Jerman, Austria juga memiliki kanselir. Posisi kanselir diraih secara otomatis oleh kandidat utama partai pemenang pemilihan umum federal. Terdapat enam partai politik utama di Jerman, dengan tiga yang terbesar (dua di antaranya membentuk koalisi permanen), yaitu SPD (demokrat sosial, berhaluan kiri progresif) dan CDU/CSU (kristen demokrat/sosialis yang berhaluan kanan konservatif). Partai-partai lainnya adalah FDP (demokrat liberal), Bündnis 90/Die Grüne (kiri hijau), dan Die Linke (berhaluan kiri, merupakan gabungan dari partai komunis dan pecahan SPD). Jabatan presiden lebih banyak bersifat seremonial, meskipun ia dapat menyetujui atau tidak menyetujui beberapa hal penting.
Parlemen dikenal sebagai Bundestag, yang anggota-anggotanya dipilih. Partai yang memerintah adalah partai dengan koalisi dominan di dalam parlemen ini. Selain Bundestag terdapat pula Bundesrat, yang anggota-anggotanya adalah perwakilan pemerintahan negara-negara bagian. Bundesrat sering disamakan dengan senat, meskipun pada kenyataannya memiliki wewenang yang berbeda.
Negara-negara bagian (Länder) Jerman dan ibukotanya sejak penyatuan kembali 1990.
Pembagian administratif Republik Federal Jerman.
Secara administrasi, Jerman adalah negara federasi (Bundesland) dengan 13 negara bagian (Flächenland; yaitu Baden-Württemberg, freistaat Bayern atau Bavaria, Brandenburg, Hessen, Mecklenburg-Vorpommern, Niedersachsen, Nordrhein-Westfalen, Rheinland-Pfalz, Saarland, Freistaat Sachsen, Sachsen-Anhalt, Schleswig-Holstein, dan Freistaat Thüringen) dan tiga kota setingkat negara bagian (Stadtstaaten atau Stadtländer, yaitu Berlin, Bremen, dan Hamburg). Negara-negara bagian ini dibentuk secara bertahap semenjak berakhirnya Perang Dunia II sebagai penyederhanaan atas garis batas negara bagian peninggalan masa Reich Jerman yang lebih bersifat feodalistik. Negara bagian diperintah oleh seorang perdana menteri (Ministerpräsident) lengkap dengan kabinetnya. Terdapat pula parlemen tingkat negara bagian. Setiap negara bagian mengirim wakil-wakil (anggota kabinet, tidak dipilih langsung) ke Bundesrat.

keadaan alam di Jerman

Keadaan alam

Peta topografi Jerman dengan pembagian wilayah negara bagian dan negara-negara berbatasan.
Jerman terletak di Eropa bagian tengah dan berbatasan langsung dengan sembilan negara. Di sebelah barat berbatasan dengan Belanda, Belgia, Luksemburg, dan Perancis; di sebelah selatan berbatasan dengan Swiss dan Austria; di sebelah timur berbatasan dengan Ceko dan Polandia; dan di sebelah utara berbatasan dengan Denmark. Apabila tetangga di seberang laut (Laut Baltik) juga dihitung, maka Jerman juga bertetangga dengan Swedia.
Wilayah negara ini sekarang adalah hasil dari Perang Dunia II dan sebelumnya memiliki cakupan yang jauh lebih luas, mencakup bagian dari Polandia, Ceko, serta Kaliningrad (atau Königsberg, sekarang dikuasai Rusia). Wilayahnya pernah pula terpecah secara politik sejak tanggal 7 Oktober 1949 hingga tanggal 3 Oktober 1990, di saat bagian timur negara ini dikuasai oleh rezim komunis dan bernama Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur, atau Deutsche Demokratische Republik disingkat DDR).

Freitag, 28. Dezember 2012

Sri Hardiyanti: Pronomina relatif (Relativpronomen)Pronomina rela...

Sri Hardiyanti: Pronomina relatif (Relativpronomen)
Pronomina rela...
: Pronomina relatif (Relativpronomen) Pronomina relatif yaitu: der/die/das, welcher/welche/welches, was/wo/woher dan wohin. Untuk der/di...


Kalimat pasif (das Passiv)

Kalimat pasif sebenarnya merupakan kebalikan dari kalimat aktif. Jika pada kalimat aktif, yang dikenai pekerjaan/perbuatan oleh subjek atau dikenal sebagai objek, lazim diletakkan di ujung kalimat, sementara pada kalimat pasif, objek penderita menjadi subjek dalam kalimat pasif dan ditempatkan di awal kalimat. Misal:

Pak Ali memukul anjing. - kalimat aktif
Anjing dipukul oleh pak Ali. - kalimat pasif
Bentuk pasif (Die Formen des Passivs)
Seperti bahasa asing yang lain, bahasa Jerman juga mengenal bentuk pasif dalam susunan kalimatnya. Dalam bahasa Jerman, orang membedakan ada 2 bentuk pasif yakni pasif dengan memakai werden (das werden-Passiv) dan bentuk pasif dengan memakai verba bantu sein (das sein-Passiv). Pemakaian sein-Passiv dalam bahasa lain lebih umum sebab kata kerja ini ekuivalen seperti bahasa Inggris to be, Prancis être. Kedua bahasa yang disebutkan terakhir hanya memakai 1 verba bantu sedangkan dalam bahasa Jerman, ada 2 kata kerja bantu untuk membentuk kalimat pasif. Setelah itu diikuti oleh kata kerjanya dalam bentuk ke tiga (V3) atau sering disebut Partizip II. Jadi kalimat pasif dalam bahasa Jerman memiliki struktur :
Passiv = subjekt + werden/sein + Partizip II (V3)
1) werden-Passiv
Bentuk pasif dengan memakai werden yaitu sebagian besar dibentuk dengan verba objek akkusatif. Contoh:
Zwei Professoren begutachten die Arbeit.
(Dua orang mahaguru menjelaskan pekerjaan itu)
Die Arbeit wird von zwei Professoren begutachtet.
(Tugas itu dijelaskan oleh dua orang mahaguru itu). 
Jadi:
Kalimat Aktif (Aktivsatz) Kalimat Pasif (Passivsatz)
Subjek = Subjekt → tetap bei atau durch
Objek akkusatif (Akkusativobjekt) → Subjek = Subjekt
es/man (sebagai subjek) → (dihilangkan)
Kasus lain → (tetap tidak berubah)
Orang dapat pula membentuk kalimat pasif yang bukan orang untuk beberapa verba tanpa objek akkusatif yaitu:
- dengan objek datif: Man hilft ihm. → Ihm wird geholfen.
- dengan objek kata depan: Man denkt an sie. → An sie wird gedacht.
- tanpa objek: Man arbeitete lange. → Es wurde lange gearbeitet. 
Partizip II dibentuk dari werden oleh bentuk pasif worden, oleh adjektiva predikat dan oleh kata benda geworden. Bandingkan!
Er ist geprüft worden. (Passiv =Pasif)
Er ist alt geworden. (Adjektiv =Adjektiva)
Er ist Klempner geworden. (Substantiv = Kata Benda)
2) sein-Passsiv
Orang hanya dapat membentuk sebuah sein-Passiv sesuai aturan pada salah satu bentuk werden-Passiv yang mungkin. Bentuk pasif bukan orang, yaitu bentuk pasif dari verba-verba tanpa objek akkusatif pada sein-Passiv adalah tidak mungkin. Bentuk sein-Passiv hanya dipakai dalam bentuk Präsens dan Präteritum. 
Contoh:
Die Straße war von Lampen erleuchtet. – Jalan diterangi oleh lampu-lampu.
Die Wiese ist durch einen Zaun abgegrenzt. – Rerumputan dibatasi oleh sebuah tali kendali.
Berikut ini beberapa kalimat pasif dalam beberapa waktu dalam Tempora.
 Präsens : Der Stein wird geschliffen.
(Kala kini) (Batu diasah.)
Die Fische werden gefangen.
(Ikan-ikan ditangkap.)
 Präteritum : Der Stein wurde geschliffen.
(Kala lampau) Die Fisches wurden gefangen.
 Perfekt : Der Stein ist geschliffen worden.
(Kala lalu-belum usai) Die Fische sind gefangen worden.
 Plusquamperfekt : Der Stein war geschliffen worden.
(Kala lalu-usai) Die Fische waren geschliffen worden.
Selain itu untuk membuat kalimat pasif dapat pula memakai verba bantu yang lain misalnya müssen atau dürfen, perhatikan contoh berikut ini.
 Präsens : Der Stein muß geschliffen werden.
(Batu harus diasah.)
Die Häusser dürfen gebaut werden.
(Rumah-rumah boleh didirikan.)
 Präteritum : Der Stein mußte geschliffen werden.
Die Häusser durfen gebaut werden.
 Perfekt : Der Stein hat geschliffen werden müssen.
Die Häusser haben gebaut werden dürfen.
 Plusquamperfekt : Der Stein hatte geschliffen werden müssen.
Die Fische hatten gebaut werden dürfen.
Jika sebuah kalimat pasif ingin dibuat menjadi sebuah anak kalimat atau kalimat tambahan, maka urutan katanya akan berubah seperti contoh di bawah ini.
Beispiele:
Hier ist die Werkstatt, wo die Diamanten geschliffen werde.
(Ini adalah bengkel, dimana intan-intan diasah.)
Er ist noch nicht sicher, ob die Häusser gebaut werden dürfen.
(Belum pasti, apakah rumah-rumah diijinkan untuk dibangun.)


Pronomina relatif (Relativpronomen)

Pronomina relatif yaitu: der/die/das, welcher/welche/welches, was/wo/woher dan wohin. Untuk der/die/das, deklinasinya sama seperti bentuk demonstratif. Untuk welcher/welche/welches, deklinasinya menyerupai pronomina tidak tentu welcher/welche/welches. Bentuk welcher/welche/ welches agak kuno dan hanya dipakai dalam bahasa tulisan. Was dapat dipakai sebagai pronomina relatif tanpa deklinasi. Demikian pula wo/woher/wohin, dapat juga digunakan sebagai pronomina relatif tanpa deklinasi. Pronomina relatif was lazimnya mengacu kepada pronomina tidak tentu. 
Contoh:
Ich weiß etwas, was du nicht weißt.
Pronomina relatif wo woher wohin mengacu kepada tempat.
Contoh:
Das ist Satzburg, wo Mozart geboren wurde. – Itu Satzburg dimana Mozart dilahirkan.

Numeralia (die Zahlen)
Bilangan (Die Zahlen)
Kata bilangan disebut pula numeralia adalah kata yang dipakai untuk menghitung banyaknya orang, binatang atau barang. Dalam bahasa Jerman disebut die Zahlen. Hal-hal yang akan dibahas dalam bagian ini bilangan biasa, bilangan berpangkat, pecahan, bobot, persamaan mathematis dan lain-lain. 


Pronomina bertanya (Interrogativpronomen)

Dalam bahasa Jerman untuk menanyakan seseorang, hal atau benda, orang menggunakan kata-kata tanya seperti wer (siapa), was (apa), welcher/was für ein (yang mana/apa jenis)? 
Ada 2 bentuk kata-kata tanya yaitu:
 Pada pertanyaan secara langsung (Hauptsatz): 
Wer ist der Täter? - Siapa pelakunya?
 Pada pertanyaan tidak langsung (Nebensatz):
Keiner weiß, wer der Täter ist.- Tidak seorang pun tahu siapa pelakunya.
wer – pemakaian tunggal atau jamak hanya untuk orang. Deklinasinya sbb.:
NOM wer
AKK wen
DAT wem
GEN wessen
Beispiel:
Wessen Mantel ist das? - Keine Ahnung, wessen Mantel das ist.
(Mantel siapa itu?) - Saya tidak punya dugaan mantel siapa itu.

was – dapat berfungsi sebagai pronomina tidak tentu. Penggunaan tunggal atau jamak hanya untuk benda. Tanpa deklinasi.
Beispiel:
Was ist passiert? - Keiner weiß genau, was passiert ist.
(Apa yang terjadi?) - Tidak seorang pun tahu secara tepat apa yang terjadi.
Sebagaimana Anda telah tahu bahwa untuk membuat kalimat bertanya yaitu dengan kata-kata tanya baik untuk pertanyaan langsung maupun pertanyaan tak langsung. Kedua bentuk ini lazimnya memakai metode ,,pertanyaan-W” artinya semua kata-kata tanya akan diawali dengan huruf W: was, wer, wo, wann dan sebagainya. Namun masih ada metode lain untuk membuat bertanya yaitu dengan ,,pertanyaan Ja-Nein” yang dimulai dengan konjungsi ob:
 Pertanyaan langsung :
Was suchen Sie hier? - Apa yang Anda cari di sini?
Ist das Bild echt? - Adakah lukisan itu asli?
 Pertanyaan tidak langsung:
Darf ich wissen, was Sie hier suchen? - Boleh saya tahu apa yang Anda cari di sini?
Keine Ahnung, ob das Bild echt ist. - Saya tidak punya dugaan apakah lukisan itu 
asli?
Yang banyak digunakan yaitu pronomina bertanya wer (siapa). Pertanyaan yang ditujukan kepada satu orang atau lebih: Wer kommt heute abend? Ini artinya ditujukan kepada banyak orang seperti bertanya : Welche Leute kommen heute abend?
Selanjutnya diperhatikan bahwa wer dapat bertanya baik kepada orang laki-laki maupun orang perempuan. 4 kasus yaitu:
1. wer
2. wessen
3. wem
4. wen


Pronomina (das Pronomen)

Dalam bahasa Indonesia, kata ganti atau pronomina adalah kata yang dipakai untuk mengacu kepada nama lain. Kita telah mengetahui bahwa salah satu rumpun kata benda adalah pronomina. Pronomina selalu dimiliki dalam setiap bahasa termasuk bahasa Jerman. 
Untuk mempelajari lebih lanjut, sebaiknya kita mengulang pelajaran kita mengenai pronomina orang sebagaimana telah dibahas dalam bab Verba :
ich = saya, aku wir = kami, kita
du = kamu, kau, engkau ihr = kamu sekalian
er = dia (laki-laki) sie = dia (perempuan) - jamak
sie = dia (perempuan) – tunggal Sie = Anda
es = itu
Bentuk kesopanan, orang memakai Sie (Anda). Pemakaian du (kamu, engkau, kau) dalam bahasa Jerman antara anggota keluarga : anak boleh berkata du kepada orang tua, kepada kakek-nenek, kepada paman atau tante. Sehingga timbullah 2 macam verba untuk maksud ini yakni siezen (=menyapa dengan “Sie”) dan duzen (=menyapa dengan “du”). 
Ich habe deinen Bruder nicht gesehen.
Ich habe ihn nicht gesehen.
Baik Bruder maupun ihn terlihat dibuat dengan namval ke 4 dari pronomina orang : Haben Sie mich gesehen?
Ja, ich habe dich gerufen.
Udo hat seinen Freund gezeichnet. Er hat ihn gezeichnet.
Jorg küßt Inge. Er küßt sie.
Die Mutter trägt (= mendukung) das Kind. Sie trägt es.
Haben Sie uns gesucht, Herr Lehrer? – uns = mereka
Ja, ich habe euch gesucht, Kinder. - euch = kamu sekalian, kalian.
Wir haben die Kleider bestellt. Wir haben sie bestellt. Kleider = rok.
Darf ich Sie anrufen, fräulein Müller? 
anrufen = memanggil, menilpon.
dürfen = diizinkan, diperbolehkan.